Kamis, 13 Februari 2025
Rima Sekarani Imamun Nissa : Jum'at, 11 Januari 2019 | 16:00 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Minuman herbal itu diakui sempat memberikan hasil yang lumayan. Namun karena harga produk bersangkutan semakin mahal, Titi Wati yang kini dianggap wanita tergemuk di Kalimantan Tengah ini pun tak sanggup lagi membeli.

''Setelah tidak mampu membeli minuman herbal penurun berat badan itu, saya pun menjalani aktivitas saya seperti orang normal. Makan dan minum pun juga tidak lagi terkontrol sehingga berat badan saya yang saat itu sempat 167 kilogram kini menjadi 350 kilogram lebih,'' ujar dia, masih seperti yang dilansir dari Antara via Suara.com.

4. Dukungan suami

Obesitas membuat Titi Wati tak bisa melayani suaminya, Edi. Namun, ternyata sang suami tetap meneria dia apa adanya.

''Kata suami saya, ambil hikmahnya saja dan syukuri keadaan yang sudah diberikan Tuhan. Mau bagaimana lagi kami berbuat kalau ini sudah nasib dari keluarga kami,'' tutur Wati mengingat kembali bagaimana ucapan suaminya bekerja sebagai pencari kayu hutan.

Mencoba berbagai produk untuk menurunkan berat badan. (Shutterstock)

5. Dievakuasi ke rumah sakit dengan pikap

Kamis (10/1/2019) kemarin, Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus Palangkaraya, Theodorus Sapta Atmadja, mengatakan tim medis telah mematangkan rencana evakuasi Titi Wati.

Wanita tergemuk di Kalimantan Tengah itu bakal menjalani serangkaian perawatan medis untuk menurunkan berat badan dengan bantuan dari Dinas Sosial Palangkaraya.

Dia bilang, tubuh pasien yang terlalu besar tidak memungkinkan evakuasi dilakukan melalui pintu rumah. Tim perlu menjebol dinding rumah sebagai jalan keluar.

Titi Wati juga tidak dibawa ke rumah sakit dengan ambulans, melainkan mobil pikap.

BACA SELANJUTNYA

3 Manfaat Memaafkan, Bisa Bikin Dietmu Lancar Juga