Dewiku.com - Beragam kisah cinta tentang karantina bersama pasangan kini sudah akrab kita dengar. Bukan cuma itu, ada pula sederet tips agar karantina dengan pasangan berjalan baik-baik saja dan minim konflik.
Di satu sisi, karantina bersama pasangan memang berarti punya quality time yang lebih banyak. Namun, di sisi lain, kamu juga bisa merasa kesal dengannya.
Nah, dari segi ilmiah, rupanya karantina bersama pasangan bisa punya dampak langsung pada otakmu.
Melansir Elite Daily, seorang ilmuwan di bidang perilaku manusia telah membeberkan apa dampak hubungan romantis dan kehadiran pasangan selama karantina.
"Kita (manusia) tak dibuat untuk menghabiskan waktu 24/7 dengan orang lain," ungkap Dr. Helen Fisher.
Menurutnya, menghabiskan sepanjang hari untuk bekerja, makan, tidur, bersantai, olahraga, dan sederet aktivitas lainnya cuma bersama pasangan adalah hal yang tak alami.
"Waktu ekstra bersama pasangan bisa meningkatkan kesehatan atau justru memperburuknya, tergantung interaksi," tambah psikolog klinis, Joshua Klapow.
Bagi kamu yang mempunyai hubungan bahagia dan pasangan pengertian, waktu karantina ini bisa menaikkan tingkat dopamine dalam otakmu.
Sekadar informasi, hormon ini bekerja dalam membuatmu merasa optimis, berenergi, termotivasi, serta meningkatkan imun.
Selain itu, sentuhan seperti memeluk atau mencium pasangan juga bisa melepaskan oksitosin yang membuatmu merasa lebih tenang di tengah pandemi.
Baca Juga
-
Kisah Cinta Unik, Pasangan Ini Kencan Berjauhan via Perbatasan Negara
-
Kisah Pasangan Beda Usia 27 Tahun, Pernah Dicurigai Kasus Penculikan Remaja
-
Mengharukan, Kisah Wanita Berjuang Adopsi Anak saat Pandemi Covid-19
-
Lahir di Pengungsian, Ini Kisah Inspiratif Model Berhijab Somalia-Amerika
-
Dompet Terus Menipis, Kisah Sugar Baby Bertahan Hidup saat Pandemi Covid-19
-
Kisah Haru Pasien Covid-19, Pasangan Lansia Ini Rayakan Hari Jadi ke-50
Namun, hal sebaliknya juga dapat terjadi kalau kamu mempunyai hubungan yang buruk dengan pasangan.
"Kalau kamu terjebak dalam hubungan yang salah, itu sangat membuat stres. Stres yang kronis dapat menurunkan sistem dopamine dan membuatmu merasa depresi, malas, serta mudah marah," papar Fisher.
Selain itu, rasa bosan adalah hal wajar. Namun, agar sistem dopamine dalam tubuh tak terganggu, pasangan pun disarankan untuk mencari hal baru dan melakukannya bersama.
Selain itu, sisihkan pula waktu untuk sendiri untukmu dan untuk pasanganmu. Hal ini diperlukan agar hubungan yang ada tetap sehat.
"Bencana membuatmu melangkah lebih maju dalam hidup. Itu artinya, karantina dapat membuatmu lebih dekat dengannya, atau malah kian menjauh," kata Fisher.
Terkini
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian