Aktifkan Notifikasimu
Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.
Dewiku.com - Dunia perfilman saat ini tengah diramaikan oleh kehadiran film Wicked, yang tayang pada pertengahan November 2024 lalu. Film ini menjadi perbincangan lantaran visualnya yang memukau dan megah. Dibintangi oleh Cynthia Erivo sebagai Elphaba dan Ariana Grande sebagai Glinda, bisa dipastikan kalau visual film ini mampu memanjakan mata para penonton.
Tak hanya visual, film musikal ini juga semakin menarik lantaran lagu-lagu indah yang dirangkai dengan apik oleh para maestro musik, serta dinyanyikan oleh para aktor dan aktris yang juga merupakan seorang penyanyi.
Film yang diangkat berdasarkan novel karya Gregory Maguire ini menawarkan sudut pandang baru terhadap cerita klasik The Wizard of Oz, menghadirkan dimensi yang lebih kompleks, dengan menyampaikan pesan yang relevan terhadap isu-isu modern.
Dari perspektif gender, Wicked tidak hanya menggambarkan kisah persahabatan yang penuh emosi dan perjuangan melawan ketidakadilan, tetapi juga mengangkat kritik tajam terhadap konstruksi sosial yang sering membebani perempuan.
Baca Juga
-
Hasil Survei Tunjukkan Gen Z Utamakan Menabung, Mengatur Keuangan, dan Memilih Produk Ramah Lingkungan
-
Tips Kencan di Musim Liburan dari Mak Comblang Profesional
-
Langkah Sederhana Wujudkan Di Jalan Aman Tanpa Pelecehan
-
Keceriaan Natal dan Tahun Baru di BWH Hotels, Banyak Pilihan Aktivitas Menarik dan Ramah Anak
-
Sambut Tahun Baru 2025, Ini 5 Tips Kelola Keuangan Pribadi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
-
Mom, Yuk Rayakan Hari Ibu dengan Hadiri Festival Budaya dan Kuliner di Hotel Ini!
Salah satu tema utamanya adalah stereotip berdasarkan penampilan fisik, di mana karakter dengan penampilan aneh sering dianggap "buruk" atau jahat, sedangkan mereka yang memiliki kecantikan fisik dianggap sebagai sosok “baik”. Hal ini tercermin dalam hubungan antara Elphaba (Sang Penyihir Jahat dari Barat) dan Glinda (Penyihir Baik dari Utara).
Elphaba, digambarkan sejak awal sebagai sosok dengan kulit hijau yang membuatnya terisolasi dan dianggap jahat. Meski demikian, Elphaba adalah karakter yang cerdas, idealis, dan memiliki kepedulian mendalam terhadap ketidakadilan sosial, Hal ini menunjukkan bahwa penampilannya yang berbeda tidak mencerminkan sifat aslinya.
Di sisi lain, Glinda hadir sebagai simbol kecantikan dan kebaikan. Ia digambarkan dengan busana megah, suara yang lembut, serta kepribadian yang penuh kasih sayang. Glinda, dengan penampilannya yang cantik dan sempurna, dipuja sebagai sosok ideal yang memenuhi ekspektasi kecantikan dan citra sosial.
Cara Glinda ini mencerminkan bagaimana standar sosial seringkali memaksakan seseorang untuk menyesuaikan diri demi mendapatkan penerimaan, bahkan jika itu berarti menekan identitas asli mereka. Lagu tersebut menjadi simbol dari upaya membentuk citra yang diinginkan oleh masyarakat, alih-alih menerima perbedaan sebagai kekuatan.
Namun, meskipun menerima saran Glinda pada awalnya, Elphaba akhirnya menolak untuk sepenuhnya menyesuaikan diri dengan ekspektasi tersebut. Pilihannya untuk tetap setia pada prinsip dan kepribadian aslinya menyoroti perjuangannya melawan tekanan sosial dan bagaimana keaslian dirinya dapat menjadi bentuk pemberontakan terhadap norma yang menekannya.
Konflik ini memberikan dimensi yang lebih dalam pada karakter Elphaba dan Glinda, di mana persahabatan mereka diuji oleh nilai dan perspektif yang berbeda. Dari sudut pandang gender, film ini mengeksplorasi kompleksitas stereotip yang perempuan alami, memberikan kritik terhadap struktur patriarki, dan menyoroti pentingnya keberanian untuk melawan label atau stigma yang ada.
(Humaira Ratu Nugraha)
Terkini
- Stop Self-Talk Negatif! Ini Cara Membangun Self-Respect di Era Digital
- Merasa Kecil di Dunia yang Besar: Menggali Akar Inferiority Complex
- Resah Driver Ojol Perempuan: Ada Ketidakadilan Mengintai di Setiap Kilometer
- Fake It Till You Make It: Boleh Dicoba, Asal Jangan Kebablasan, Girls!
- Fatphobia Bukan Sekadar Masalah Berat Badan, Tapi Diskriminasi!
- Self Care Bukan Egois, Tapi Hak Setiap Perempuan untuk Sejahtera
- Pap Smear: Deteksi Dini Kanker Serviks, Selamatkan Nyawa Perempuan
- Mengenal Sunday Scaries, Rasa Cemas yang Timbul di Hari Minggu
- Alasan Mengapa Maret jadi Bulan Perempuan
- Tren Kabur Aja Dulu: Antara Impian dan Realita, Sejauh Mana Keseriusannya?