Dewiku.com - Tanpa disadari, banyak dari kita tumbuh dalam pola asuh yang menanamkan bahwa perempuan harus selalu berperilaku baik sesuai norma yang berlaku. Dalam konteks sosial dan budaya, terdapat standar ideal yang mengatur peran perempuan di masyarakat.
Contoh sederhana dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti nasihat, “Perempuan harus penurut, jangan membantah orang tua,” atau, “Kalau perempuan, harus sopan, jangan bertingkah seperti laki-laki.”
Seiring bertambahnya usia, perempuan diharapkan menerapkan sikap ini untuk menyenangkan orang lain, mengurus rumah tangga, suami, hingga membesarkan anak.
Meskipun berperilaku baik bukan hal yang salah, masalah muncul ketika sikap tersebut dipaksakan oleh norma dan pola asuh tanpa kesadaran penuh dari perempuan itu sendiri.
Akibatnya, mereka sulit mengekspresikan keinginan sejati mereka. Kondisi ini dikenal sebagai The Good Girl Syndrome.
Dilansir dari Cleveland Clinic, Good Girl Syndrome adalah istilah yang merujuk pada tekanan sosial atau internal yang dialami oleh perempuan untuk selalu bertindak sempurna, memenuhi ekspektasi orang lain, dan menghindari konflik atau kesalahan.
Tekanan ini sering kali berasal dari norma-norma budaya, pendidikan, atau lingkungan keluarga yang menekankan pentingnya menjadi "anak baik".
Meskipun terdengar positif, sindrom ini dapat membawa dampak negatif bagi kesehatan mental dan kesejahteraan seseorang.
Perempuan yang mengalami Good Girl Syndrome sering kali merasa terbebani untuk selalu menyenangkan orang lain, menekan kebutuhan pribadi, dan menghindari ekspresi emosi seperti kemarahan atau frustrasi.
Baca Juga
-
Jadikan Tahun Baru Awal Baru: Begini Merancang Resolusi yang Lebih Bermakna
-
Friendship Breakup, Kenapa Kehilangan Sahabat Lebih Menyakitkan daripada Putus Cinta?
-
Komunitas Gembira Seharian: Saat Muda Mudi Sebar Kebahagiaan
-
Pebbling, Bahasa Cinta ala Penguin yang Menggemaskan
-
Tak Sepenuhnya Salah Kita: Ini Fakta Ilmiah yang Bikin Resolusi Tahun Baru Gagal Terus
-
Sebuah Rujukan: Cara Menghabiskan Malam Tahun Baru Sendirian
Berikut adalah beberapa tanda umum kalau kamu mengalami Good Girl Syndrome:
1. Perfeksionisme Berlebihan
Orang dengan sindrom ini sering merasa harus melakukan segala sesuatu dengan sempurna. Kesalahan kecil pun dapat menimbulkan rasa bersalah yang besar.
2. Kesulitan Mengatakan "Tidak"
Karena takut mengecewakan orang lain, mereka cenderung menerima permintaan meskipun hal itu memberatkan.
3. Rendahnya Kepercayaan Diri
Sering merasa tidak cukup baik, bahkan ketika sudah mencapai prestasi yang membanggakan.
4. Ketergantungan pada Validasi Eksternal
Kebahagiaan mereka sering kali bergantung pada pujian atau pengakuan dari orang lain.
Dampak Buruk pada Kesehatan Mental
Good Girl Syndrome dapat menyebabkan stres kronis, kecemasan, bahkan depresi. Selain itu, menekan emosi dan kebutuhan pribadi dapat memicu perasaan tidak puas dalam hubungan interpersonal dan pekerjaan.
Bagaimana Mengatasi Good Girl Syndrome?
Untuk mengatasi tekanan ini, Cleveland Clinic menyarankan langkah-langkah berikut:
1. Belajar Memprioritaskan Diri Sendiri
Mulailah dengan mengatakan "tidak" pada permintaan yang tidak sesuai dengan kapasitas atau keinginan Anda.
2. Membangun Kesadaran Diri
Refleksikan apa yang benar-benar Anda inginkan tanpa dipengaruhi ekspektasi orang lain.
3. Berlatih Menerima Ketidaksempurnaan
Sadari bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan tidak mengurangi nilai diri Anda.
4. Mencari Dukungan Profesional
Jika tekanan terasa terlalu berat, konsultasi dengan psikolog atau terapis dapat membantu mengatasi pola pikir ini.
Dengan memahami dan mengatasi Good Girl Syndrome, perempuan dapat hidup lebih autentik dan menemukan kebahagiaan sejati yang tidak bergantung pada validasi eksternal.
(Nurul Lutfia)
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?