Dewiku.com - Pernikahan adalah sebuah komitmen yang indah, tetapi tidak jarang juga diwarnai dengan berbagai tantangan. Salah satu tantangan yang mungkin dihadapi oleh pasangan suami istri adalah marriage burnout. Memang apa, sih, marriage burnout?
Marriage burnout adalah kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang dialami dalam hubungan pernikahan. Kondisi ini ditandai dengan perasaan jenuh, kehilangan minat, dan ketidakpuasan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Marriage burnout bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia pernikahan atau status sosial.
Penyebabnya tentu saja ada banyak faktor, di antaranya komunikasi yang buruk, kurangnya waktu berkualitas, hingga tekanan hidup seperti masalah keuangan, pekerjaan, atau mengurus anak yang dapat memicu stres dan kelelahan.
Burnout dalam pernikahan ini datangnya tidak tiba-tiba, melainkan ada tanda-tanda yang sebenarnya bisa disadari sejak awal, misalnya:
- Merasa lelah dan jenuh dengan pernikahan
- Kehilangan minat atau gairah dalam berhubungan dengan pasangan
- Sering merasa kesal atau marah pada pasangan
- Menghindari interaksi atau komunikasi dengan pasangan
- Merasa tidak dihargai atau tidak dicintai
- Memiliki pikiran untuk berpisah atau bercerai
Cara Mengatasi Marriage Burnout
Pernikahanmu mengalami tanda-tanda marriage burnout? Coba lakukan beberapa cara ini untuk mengatasinya:
1. Komunikasi terbuka
Bicarakan perasaanmu dengan pasangan secara jujur dan terbuka. Sebaliknya, dengarkan juga apa yang pasanganmu rasakan.
2. Cari waktu berkualitas
Usahakan untuk menyisihkan waktu berkualitas untuk dihabiskan bersama pasangan, meskipun hanya sebentar.
Baca Juga
-
Dibayangi Patriarki, Dihantui Misogini: Realitas Pahit Perempuan di Masyarakat
-
Terjebak di Zona Nyaman? Learn to Unlearn Jadi Kunci Selamat di Era Digital
-
Gangguan Sensorik Ternyata Bikin Anak Sulit Beradaptasi Hingga Rentan Di-Bully
-
Era Digital, Era Kompetisi: 6 Karakter yang Harus Dimiliki Anak Muda agar Sukses
-
Tagar #KaburAjaDulu, Ketika Anak Muda Angkat Tangan pada Realita
-
Fenomana Glass Ceiling: Mengapa Perempuan Sulit Jadi Pemimpin di Dunia Kerja?
3. Lakukan kegiatan bersama
Cari kegiatan yang bisa kamu nikmati bersama pasangan, seperti berolahraga, memasak, atau menonton film.
4. Beri perhatian dan apresiasi
Tunjukkan perhatian dan apresiasi kepada pasangan atas hal-hal kecil yang mereka lakukan.
5. Jangan ragu mencari bantuan profesional
Jika marriage burnout sudah sangat parah, jangan ragu untuk mencari bantuan dari konselor pernikahan atau psikolog, ya.
Marriage burnout adalah masalah yang umum terjadi dalam pernikahan. Dengan komunikasi yang baik, saling pengertian, dan usaha untuk mengatasi masalah bersama, percayalah kamu dan pasangan dapat melewati masa-masa sulit ini dan membangun kembali hubungan yang lebih kuat dan bahagia.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?