Dewiku.com - Tumbuh di era digital, generasi Z atau gen Z terbiasa mengonsumsi informasi dengan cepat, bahkan dalam hitungan detik. Namun, kebiasaan ini membuat mereka rentan terjebak doomscrolling.
Doomscrolling merujuk pada kebiasaan seseorang untuk terus-menerus membaca berita buruk atau informasi negatif di internet, meskipun hal itu berdampak buruk bagi kesehatan mental. Fenomena ini semakin meningkat seiring dengan lonjakan penggunaan media sosial dan platform berita daring.
Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), doomscrolling dapat meningkatkan tingkat stres dan kecemasan, terutama di kalangan gen Z yang menghabiskan lebih banyak waktu di dunia digital dibandingkan generasi sebelumnya.
Selain itu, menurut Dr. Mollica, yang juga direktur Program Harvard untuk Trauma Pengungsi di Rumah Sakit Umum Massachusetts, perempuan dan orang-orang dengan riwayat trauma lebih rentan terdampak doomscrolling.
“Sebagian besar media yang mengandung unsur kekerasan bercerita tentang menyakiti perempuan dan anak-anak," katanya.
Dikutip Harvard Health Publishing, menurut Dr. Aditi Nerurkar, dosen di Divisi Kesehatan Global dan Kedokteran Sosial di Harvard Medical School, doomscrolling juga dapat membuat kita “berdebar-debar” dan dampak fisiknya bisa berupa sakit kepala dan nyeri leher.
"Itu fenomena biologis nyata saat otak kita terasa berdetak karena kita terlalu terstimulasi daring," jelasnya.
"Kemudian sulit untuk terlibat dengan dunia nyata, yang bergerak dengan kecepatan yang jauh lebih lambat," tambahnya.
Meskipun mengikuti perkembangan terkini itu penting, doomscrolling tidak memberikan manfaat tambahan. Lalu, bagaimana cara menguranginya?
Baca Juga
-
Waspada Endometriosis, Penyakit yang Merenggut Kualitas Hidup Perempuan
-
Mengenal Istilah FOPO, Ketakutan akan Opini Orang Lain
-
Lucky Girl Syndrome: Benarkah Keberuntungan Bisa Diprogram?
-
Happiness Economic: Apa Benar Uang Bisa Bikin Bahagia?
-
Gemasnya Carmen Hearts2Hearts Lakukan 'Bow' Khas Orang Indonesia di Panggung Korea
-
Radiance Ramadan: Taste of Paradise, Petualangan Cita Rasa di BWH Hotels Indonesia
Dr Nerurkar dan Dr Mollica menyarankan pendekatan ini:
- Letakan ponsel dan fokus bekerja.
- Jangan membawa ponsel saat makan, aturlah ponsel ke mode senyap.
- Kurangi tingkat saturasi warna pada layar ponsel.
- Batasi penggunaan ponsel dan waktu membaca
Doomscrolling adalah tantangan yang dihadapi oleh Generasi Z di era digital. Dengan kesadaran dan strategi yang tepat, kebiasaan ini dapat dikurangi demi kesehatan mental yang lebih baik.
(Mauri Pertiwi)
Terkini
- 5 Smartwatch Terbaik yang Stylish dan Ramah di Kantong!
- Anti Ribet, Ini Solusi Mempersiapkan Buka Puasa dan Sahur yang Sat Set
- Sebelum Nonton Singles Inferno, Cewek Single Wajib Baca Ini: Ekspektasi vs Realita Dunia Dating
- Kelihatan Kuat, Padahal Udah Capek Banget: 5 Tanda Mental Kamu Lagi Lelah
- Mengapa Generasi Z Tak Lagi Menjadikan Pernikahan Sebagai Prioritas?
- Shabu dan Grill Halal dalam Satu Meja, Pengalaman Makan Hangat untuk Keluarga
- FolagoPro Debut sebagai Promotor Konser, Hadirkan An Evening with Brian McKnight di Jakarta
- Minum Kopi Bisa Bikin Perempuan Terlihat Lebih Awet Muda? Ini Faktanya
- Kenapa Banyak Perempuan Memilih Pria Lebih Dewasa? Ternyata Bukan Cuma Soal Umur
- Bumbu Masak Sachet Kini Masuk Festival Musik, Strategi Unik Dekati Generasi Muda