Dewiku.com - Di usia 20-an dan 30-an, hidup terasa begitu sibuk namun tetap menyenangkan. Pertemanan berkembang, undangan datang silih berganti, dan ada begitu banyak momen.
Namun saat memasuki usia 40-an, banyak perempuan mulai merasakan sesuatu yang berbeda. Perlahan kehidupan sosial mereka terasa semakin sepi.
Fenomena ini dikenal sebagai social drought, sebuah kondisi di mana lingkaran sosial semakin menyusut, interaksi berkurang, dan kesepian pun mulai muncul.
Apakah ini hal yang wajar? Mengapa banyak perempuan mengalaminya?
Studi dari American Journal of Sociology menemukan bahwa hampir 60 persen perempuan di usia 40-an mengalami penurunan aktivitas sosial dibandingkan satu dekade sebelumnya.
Mereka merasa kehilangan koneksi dengan teman-teman lama serta kesulitan membangun hubungan sosial baru.
Menurut Dr. Lorna Paterson seorang Psikolog Klinis, pada usia 40 tahun, perempuan cenderung lebih fokus tergantung tanggung jawab diri mereka di karier atau keluarga.
"Pada usia ini, perempuan cenderung lebih fokus pada tanggung jawab pribadi, baik dalam karier maupun keluarga, sehingga waktu untuk bersosialisasi semakin terbatas," ujarnya.
Lalu, apa penyebab utama dari social drought ini?
Di usia 40-an, banyak perempuan telah mencapai posisi yang lebih tinggi dalam karier mereka. Tanggung jawab semakin besar, jadwal semakin padat, dan sering kali, kehidupan sosial menjadi prioritas kedua.
Baca Juga
-
Perempuan yang Stress Berlebihan Rentan Alami Masalah Kesehatan
-
Lazy Girl Job: Pekerjaan Nyaman dengan Gaji Stabil yang Diminati Perempuan Muda
-
Diskon, Cashback hingga Midnight Sale! Bazaar Ini Hadirkan Promo Lebaran Meriah
-
Di Balik Pertanyaan "Kapan Nikah?": Dampak Single Shaming Pada Kesehatan Mental Perempuan
-
Money Guilt: Kenapa Perempuan Sering Merasa Bersalah Saat Menghabiskan Uang?
-
Gaji Tinggi dan Karier Impian: Alasan Singapura Jadi Daya Tarik Bagi Pekerja Indonesia
Kemudian, bagi banyak perempuan, usia 40-an berarti menjalankan peran ganda sebagai ibu bagi anak yang semakin mandiri dan sebagai anak yang mulai merawat orangtua yang menua.
Kedua tanggung jawab ini sering kali menyita energi dan waktu yang sebelumnya digunakan untuk bersosialisasi.
Selain itu, seiring waktu teman-teman lama mungkin pindah ke kota lain, menikah atau memiliki prioritas berbeda. Tidak jarang, perempuan merasa kehilangan jaringan sosial yang dulu begitu erat.
Sebuah survei dari Pew Research Center mengungkapkan bahwa di usia 40-an, perempuan lebih cenderung merasa “kehilangan koneksi” dibandingkan laki-laki, karena sebagian besar pertemanan mereka di masa muda terjalin di lingkungan yang berubah, seperti sekolah atau tempat kerja yang lama.
Sehingga, hal ini berdampak pada kesehatan mental dan fisik. Studi yang diterbitkan di Journal of Health and Social Behavior menemukan bahwa individu yang mengalami kesepian kronis berisiko lebih tinggi terkena depresi dan penyakit jantung.
"Kesepian bukan hanya berdampak emosional, tetapi juga bisa memperburuk kondisi fisik seseorang. Kurangnya interaksi sosial dapat meningkatkan hormon stres dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh," jelas Dr. Allen.
Bagaimana cara mengatasi hal tersebut?
Meski social drought terasa sulit, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk kembali membangun kehidupan sosial yang sehat dan bermakna:
Jadwalkan untuk bertemu dengan teman, meskipun kesibukan tak terhindarkan, meluangkan waktu untuk bertemu teman lama, bahkan hanya sekali sebulan, bisa membawa perubahan besar.
Mencari kesibukan lain, seperti bergabung dengan komunitas, dengan menemukan beberapa orang yang memiliki minat sama, menjadi cara efektif untuk mengurangi rasa kesepian.
Memanfaatkan teknologi, jika sulit bertemu secara langsung, gunakan media sosial atau aplikasi komunikasi untuk tetap terhubung dengan orang-orang yang berarti dalam hidup kalian.
Jadi, jika kalian merasa mengalami social drought, ingatlah bahwa kalian tidak sendiri.
Ada banyak cara untuk kembali terhubung, membangun pertemanan baru, dan menikmati kehidupan sosial yang lebih kaya di usia 40-an.
Penulis: Mauri Pertiwi
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?