Dewiku.com - Akhir-akhir ini, istilah stress cleaning makin sering muncul di media sosial maupun obrolan sehari-hari. Banyak orang yang tanpa sadar ternyata melakukannya: ketika lagi suntuk, cemas, atau marah, tiba-tiba dorongan buat bersih-bersih rumah jadi kuat banget.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, tapi mulai banyak dibahas karena makin banyak orang yang menjadikan bersih-bersih rumah sebagai “pelarian” dari rasa stres. Bahkan, beberapa mengaku merasa lebih lega setelah melihat ruangan jadi rapi dan kinclong.
Tapi, perlu diingat, meskipun kelihatan sepele dan bisa bikin tenang, stress cleaning ternyata ada sisi positif dan negatifnya. Kalau dilakukan dengan wajar, bisa jadi terapi. Tapi kalau berlebihan, justru bisa mengganggu aktivitas penting lain.
Apa Sih Stress Cleaning Itu?
Stress cleaning adalah kebiasaan bersih-bersih rumah atau lingkungan sekitar secara berlebihan saat emosi lagi nggak stabil. Jadi, motivasinya bukan karena rumah kotor, tapi karena butuh pengalihan dari rasa stres atau keresahan.
Aktivitas ini bisa bikin orang merasa punya kendali di tengah hidup yang lagi berantakan. Lihat rumah bersih, hati jadi agak plong. Bahkan, ada efek fisiologisnya juga—gerak tubuh saat bebersih bisa memicu endorfin yang bikin mood membaik.
Namun, kalau stress cleaning jadi kebiasaan utama buat “kabur” dari masalah, itu bisa berbahaya. Sebab alih-alih menyelesaikan akar masalah, kita cuma ngasih “plester” sementara lewat kegiatan bersih-bersih.
Bedanya dengan Rutinitas Bersih Biasa
Sekilas mirip, tapi stress cleaning beda jauh sama rutinitas bersih biasa. Perbedaannya ada di motivasi dan emosinya.
Stress cleaning biasanya muncul spontan, tanpa rencana, dan seringkali dilakukan mendadak ketika perasaan lagi kacau. Dorongannya kuat banget sampai sulit ditahan. Kadang malah jadi aktivitas kompulsif yang bikin lupa hal penting lain.
Baca Juga
-
Louis Vuitton Rilis Lipstik Seharga UMR Yogya: Lindsay Lohan Aja Bilang Kemahalan!
-
Zoe Kravitz dan Harry Styles Pacaran? Tertangkap Kamera Ciuman dan Gandengan Tangan
-
Tasya Farasya Coba Sleep Therapy untuk Lawan Insomnia, Hasilnya Bikin Penasaran!
-
Disiplin Anak Zaman Now, Cara Efektif Sesuai Karakter Setiap Anak
-
Dipakai Vior di Maternity Shoot, Begini Cara Bikin Makeup Douyin yang Flawless Seharian
-
Pernah Dialami Yura Yunita, Begini Cara Tetap Enjoy Naik Gunung Saat Menstruasi
Sementara itu, rutinitas bersih biasa sifatnya teratur, terencana, dan tujuan utamanya jelas: menjaga kebersihan rumah biar tetap nyaman dan sehat. Jadi, kalau stress cleaning digerakkan emosi, rutinitas bersih biasa lebih ke kebutuhan praktis.
Kapan Stress Cleaning Mulai Mengganggu?
Stress cleaning bisa jadi masalah kalau dilakukan berlebihan. Misalnya, sampai berjam-jam bebersih hanya karena lagi cemas, padahal ada pekerjaan atau tanggung jawab lain yang ketunda.
Ciri lain yang perlu diwaspadai adalah kalau dorongan buat bersih-bersih muncul tiap kali emosi nggak stabil—marah, sedih, atau cemas. Kalau ini terus berulang, bisa jadi tanda bahwa stress cleaning udah jadi mekanisme coping yang kurang sehat.
Selain itu, kalau setelah bersih-bersih rasa stres masih ada, bahkan makin berat, ini artinya masalah emosional yang sebenarnya belum tersentuh. Di titik ini, penting buat coba teknik manajemen stres lain biar lebih seimbang.
Teknik Lain untuk Kelola Stres Selain Bebersih
Kalau udah ngerasa stress cleaning mulai makan waktu dan ganggu keseharian, ada beberapa cara lain buat kelola stres yang lebih sehat:
1. Mengenali Penyebab Emosi – coba cari tahu apa yang bikin cemas atau marah, biar bisa diselesaikan dari akarnya.
2. Mengalihkan Perhatian – lakukan aktivitas lain kayak baca buku, nulis jurnal, atau nonton film.
3. Mengatur Pernapasan – tarik napas dalam-dalam, buang perlahan, ulangi beberapa kali untuk nenangin sistem saraf.
4. Olahraga Ringan – yoga, jalan santai, atau stretching bisa melepas endorfin.
5. Meditasi & Mindfulness – bantu lebih sadar sama emosi dan bikin pikiran lebih jernih.
6. Menulis Jurnal Emosi – curahkan isi hati di kertas biar lega.
7. Dengerin Musik Favorit – musik yang nenangin bisa bantu mood balik lagi.
8. Relaksasi Otot – coba peregangan sederhana buat lepasin ketegangan.
9. Memaafkan & Melepaskan – jangan bawa beban dendam atau rasa bersalah terlalu lama.
Dengan teknik-teknik ini, stres bisa lebih terkelola langsung, bukan sekadar dialihkan lewat bersih-bersih.
Stress cleaning bisa jadi teman baik kalau dilakukan dengan sadar dan dalam batas wajar. Tapi kalau udah kompulsif, hati-hati, karena bisa bikin aktivitas lain keteteran.
Kalau kamu merasa stress cleaning udah kebablasan, nggak ada salahnya coba teknik manajemen stres lain biar lebih seimbang. Ingat, rumah bersih memang bikin lega, tapi pikiran dan hati yang tenang jauh lebih penting.
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?