
Aktifkan Notifikasimu
Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.
Dewiku.com - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dialami Cut Intan Nabila tengah menjadi sorotan. Selebgram asal Aceh itu menjadi korban KDRT suaminya sendiri, Armor Toreador.
Pada video bukti KDRT yang dibagikan Intan Nabila di Instagram, tampak pelaku memukul korban secara membabi buta. Bahkan, anak mereka yang masih juga terlihat kena tendang pelaku.
Terlihat jelas jika korban mengalami kekerasan fisik. Namun, perlu diketahui bahwa KDRT bukan hanya berupa kekerasan fisik. Berikut beberapa jenis KDRT yang secara detail tertuang dalam UU PKDRT:
Baca Juga
Kekerasan fisik lebih rentan terjadi terhadap wanita. Walau begitu, tidak menutup kemungkinan pria juga dapat menjadi korban. Beberapa tindakan yang termasuk jenis kekerasan fisik dalam KDRT, yakni:
- menendang, menjambak, memukul, mendorong, mencekik, hingga menganiaya
- melempar benda ke pasangan
- menggunakan senjata tajam sebagai ancaman
- pembunuhan.
2. Kekerasan Emosional
Kekerasan emosional atau psikis bisa menyebabkan efek yang lebih buruk dibanding kekerasan fisik. Berbagai tindakan yang masuk ke dalam kekerasan psikis antara lain:
- mengabaikan kondisi pasangan
- menghina pasangan
- terus menerus mengkritik dan menyudutkan pasangan
- mempermalukan pasangan di depan umum
- mengintimidasi pasangan
- memfitnah pasangan
- mengusir pasangan secara terus menerus
- menelantarkan pasangan atau anak
- melarang pasangan untuk mengakses kebutuhan dasar, seperti obat-obatan, makanan, bekerja, dan berhubungan sosial dengan orang lain.
3. Kekerasan Seksual
Ini adalah suatu tindakan menyerang, menghina, hingga merendahkan tubuh dan organ reproduksi seseorang. Bisa menyebabkan gangguan kesehatan mental jika tidak segera dihentikan, berikut beberapa bentuk tindakan kekerasan seksual dalam rumah tangga:
- melarang penggunaan kontrasepsi
- pemaksaan aktivitas seksual
- memaksa pasangan melakukan kegiatan seksual di luar norma agama
- menuduh pasangan melakukan pergaulan bebas dengan orang lain
- memaksa pasangan untuk menyaksikan tayangan pornografi
- melakukan kekerasan saat berhubungan seksual.
4. Kekerasan Finansial
Ada pula yang namanya kekerasan finansial. Bentuknya bisa berupa:
- membuat semua rekening bank atas nama diri sendiri
- mengontrol kapan uang bisa dipakai
- menyangkal hak pasangan untuk bekerja
- tak memenuhi kebutuhan pasangan.
Jika mengalami salah satu atau berbagai bentuk kekerasan seperti yang disebutkan di atas, lebih baik segera lakukan tindakan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang lebih parah. Jangan takut lapor polisi atau curhat ke orang terdekat saat mendapat ancaman kekerasan dari pasangan.
Terkini
- Saatnya Berbagi Tugas di Dapur, Karena Memasak Bukan Hanya Tanggung Jawab Perempuan
- Lajang dan Bahagia: Cara Perempuan Menikmati Hidup Tanpa Tekanan Sosial
- Plan Indonesia dan SalingJaga Gelar Soccer for Equality, Dukung Kesetaraan Pendidikan Anak Perempuan NTT
- Paternity Leave Bukan Sekadar Cuti, Tapi Wujud Budaya Kerja yang Inklusif
- Koper Ringan, Gaya Baru Menjelajah Dunia Tanpa Beban
- Body Positivity vs Body Neutrality: Mana Jalan Terbaik Menerima Tubuh Apa Adanya?
- Wujud Kesetaraan di Dunia Transportasi, Kartini Masa Kini di Balik Kemudi
- Musikal untuk Perempuan: Merayakan Persahabatan Lewat Lagu Kunto Aji dan Nadin Amizah
- Melangkah Sendiri, Merdeka Sepenuhnya: Kenapa Perempuan Pilih Solo Traveling?
- Koneksi Bukan Kompetisi: The Real Power of Women Supporting Women
Berita Terkait
-
Pekerja Rumah Tangga Profesional Ingin Tingkatkan Skill, Platform Pendidikan Ini Bisa Jadi Pilihan
-
Rizky Febian Berbagi Kunci Rumah Harmonis, Mantapkan Tujuan Bersama sebelum Menikah
-
Kebutuhan Perangkat Elektronik Rumah Tangga Meningkat, Jadi Peluang Emas untuk Brand Lokal
-
Nikita Willy dan Suami Jarang Banget Berantem, Ini Rahasianya