Dewiku.com - Dapur merupakan jantung rumah tangga, tempat di mana makanan bergizi disiapkan untuk keluarga. Namun, masyarakat di berbagai daerah sempat mengalami kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kg atau yang dikenal sebagai 'gas melon'.
Kelangkaan ini membawa dampak sosial yang luas, termasuk antrean panjang, meningkatnya harga di tingkat pengecer, hingga korban jiwa akibat kondisi fisik yang tidak memungkinkan untuk mengantre lama.
Seperti yang terjadi di Tangerang Selatan, seorang nenek meninggal dunia setelah mengantre gas dalam kondisi lelah dan kepanasan.
Berdasarkan laporan, kelangkaan gas melon juga terjadi di Bontang Utara, Kalimantan Timur. Warga setempat mengalami kesulitan memasak selama hampir dua pekan akibat keterbatasan pasokan gas.
Beberapa warga bahkan harus berkeliling mencari gas di berbagai pangkalan yang stoknya kosong.
Dampak terhadap Usaha Kecil dan Ekonomi Masyarakat
Kelangkaan gas melon berdampak pada pelaku usaha kecil seperti penjual nasi uduk, tukang bakso, dan pedagang gorengan. Mereka mengalami kesulitan dalam menjalankan usahanya karena tidak bisa memasak tanpa gas.
Beberapa pedagang terpaksa menghentikan produksi atau menaikkan harga jual untuk menutup biaya tambahan akibat harus membeli gas dengan harga lebih tinggi dari pengecer.
Keluhan masyarakat atas kondisi ini banyak disuarakan, salah satunya melalui media sosial. Seorang ibu-ibu yang viral di akun TikTok @liyabrewek mengungkapkan keresahannya. Ia menyebut kondisi tersebut membuat para pedagang kecil menghabiskan waktu hanya untuk mengantre gas, bukan berjualan.
Baca Juga
-
Memahami Akar Masalah Filisida: Mengapa Orang Tua Membunuh Anak Mereka?
-
Dari Impulsif ke Bijak: Mengubah Perilaku Konsumtif Melalui Tantangan Menabung
-
Kenapa Hubungan Seks yang Terjadwal Lebih Baik Daripada yang Spontan Ketika Kamu Sudah Menikah?
-
Pengeluaran Harian dan Kemiskinan: Cukupkah Rp 21.250 per Hari untuk Hidup Layak?
-
Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun: Perempuan Siap Kerja Lebih Lama?
-
Keuangan Aman Untuk Mama Muda: Panduan dari Alexandra Askandar, Wakil Presiden Direktur Bank Mandiri
"Sekarang lu pasti ngerasain ya, apa yang gue rasain. Pekara gas, itu ngapa sekarang gas susah banget. Dulu orang enak-enak masak, sekarang disusah-susahin banget. Tukang nasi uduk, tukang baso, tukang gorengan, kalau gasnya abis tiba-tiba, gimana? Mereka harus lari ke pangkalan, antri panjang, kapan jualannya?"
Ketidakjelasan Distribusi dan Harga Gas Melon
Syaratnya, para pengecer harus menjadi subpangkalan resmi Pertamina, baru setelah itu mereka diizinkan untuk menjual gas LPG 3 kg tersebut ke konsumen. Untuk Sahabat Dewiku yang kemarin merasakan kelangkaan gas LPG, apakah setuju dengan aturan tersebut?
Penulis: Nurul Lutfia Maryadi
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?