dewiku.com - Sebuah survei terbaru mengungkapkan bahwa 70 persen masyarakat Indonesia tidak memiliki tabungan. Fakta ini menjadi perhatian bagi berbagai pihak. Menurut data dari Goodstats (2024), salah satu penyebab utama kondisi ini adalah pengeluaran impulsif yang mencapai 34,5 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan masih perlu ditingkatkan, terutama di kalangan perempuan marjinal. Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi finansial perempuan marjinal adalah rendahnya tingkat literasi finansial mereka.
Dikatakan Mona Monika, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, perempuan sering kali menghadapi keterbatasan akses ke layanan keuangan.
“Minimnya pemahaman tentang pengelolaan keuangan dan pentingnya menabung meningkatkan risiko kerentanan finansial perempuan, terutama mereka yang bekerja di sektor informal seperti buruh perkebunan,” ujarnya kepada Dewiku, Jumat (31/1).
Kondisi ini semakin diperburuk oleh ketiadaan perlindungan ekonomi yang memadai di sektor informal. Selain rendahnya literasi keuangan, perempuan marjinal juga menghadapi hambatan dalam mengakses produk perbankan, terutama di daerah terpencil.
“Banyak dari mereka yang mengandalkan layanan serupa perbankan, seperti bank keliling, yang sering kali berisiko tinggi dan berpotensi menjadi modus penipuan,” tambah Mona.
Perempuan juga sering kali bekerja di sektor informal, yang tidak memiliki perlindungan sosial seperti asuransi ketenagakerjaan atau pensiun. Selain itu, mereka cenderung menerima upah yang lebih rendah dibanding laki-laki.
Menurut Mona, beban ganda sebagai pengurus rumah tangga juga membatasi mereka dalam pengambilan keputusan keuangan, sehingga meningkatkan ketergantungan finansial pada pasangan atau keluarga laki-laki.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Mona mengatakan ada berbagai langkah dapat dilakukan, di antaranya:
- Peningkatan literasi finansial dengan program edukasi keuangan bagi perempuan marjinal perlu diperluas
- Akses lebih baik ke layanan keuangan dengan perluasan jangkauan perbankan di daerah terpencil sangat dibutuhkan
- Pemberdayaan ekonomi perempuan dengan pelatihan keterampilan dan dukungan usaha kecil dapat membantu meningkatkan kemandirian finansial mereka.
"Meningkatkan literasi finansial dan akses terhadap layanan keuangan bagi perempuan marjinal adalah langkah penting untuk menciptakan kesetaraan ekonomi dan masa depan yang lebih stabil," pungkas Mona.
Terkini
- Kenalan dengan Top 16 Zetrix Miss Universe Indonesia 2025, Angkat Keberagaman Kecantikan
- 15 Marketers Lintas Industri Ngumpul Bareng, Bahas Masa Depan Marketing di Era AI
- Mengintip Tren Kecantikan dan Fashion di BRI The BFF Festival 2025, Ada Apa Saja?
- Wajah Baru SIPA 2025: Patricia Arstuti, Representasi Gen Z yang Kreatif dan Peduli Budaya
- Morning Flow: Yoga Pagi di Alam Terbuka, Cara Baru Mulai Hari dengan Lebih Segar
- Mencari Semar: Teater Koma Hadirkan Lakon yang Imersif dan Penuh Makna
- Tradition Meets Couture: Saat Mbok Jamu Melangkah ke Panggung Runway
- Puluhan Ribu Anak Ikut Seru-Seruan di Festival Hari Anak 2025: Dari Dongeng Ariel NOAH Sampai Ketemu Dinosaurus!
- Cewek & Komunitas K-pop Lokal: Nggak Cuma Fangirling, Tapi Juga Bikin Aksi Sosial!