Dewiku.com - Mewujudkan keadilan gender dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, masih menjadi tantangan. Hal itu dikatakan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan, Veronica Tan, saat hadir dalam acara Why Gender Equity Matters and We Need to #AccelerateActions.
"Kita mau membahas kesetaraan gender sampai mana? Bahkan masalah kecil aja kita nggak bisa menyelesaikannya," ucap Veronica sebagai salah satu keynote speaker dalam acara tersebut, ditulis Dewiku, Minggu (16/3/2025).
Pernyataan ini, rupanya menjadi pengingat bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih memiliki banyak tantangan, mulai dari kesenjangan akses hingga kekerasan yang masih kerap terjadi.
Agenda Why Gender Equity Matters and We Need to #AccelerateActionsnsendiri digadang-gadang sebagai wadah bagi berbagai komunitas, untuk berbagi pandangan serta membahas langkah-langkah konkret dalam mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia.
Acara dibuka dengan suasana penuh semangat, di mana peserta dari berbagai komunitas seperti Feminis Themis, Aliansi Laki-laki Baru, Hope Helps, IBCWE, Jakarta Feminist, dan Muslimah Reformis
Diskusi komunitas ini juga merupakan bagian dari kampanye #iwdmagdalene dan #AccelerateActions, yang bertujuan mempercepat aksi nyata dalam perjuangan kesetaraan gender.
Diskusi ini semakin menarik dengan kehadiran panelis yang memiliki latar belakang kuat dalam isu gender, antara lain:
- Nissi Taruli Felicia (Direktur Eksekutif Feminis Themis)
- Wawan Suwandi (Koordinator Aliansi Laki-laki Baru)
- Dwi Yuliawati (Head of Programmes UN Women Indonesia)
- Kristy Nelwan (Head of Communication and Chair of ED&I Board Unilever Indonesia)
Sementara itu, dua isu utama yang dibahas dalam diskusi ini adalah:
- Kesetaraan Gender – Sejauh mana pencapaian kesetaraan gender di Indonesia dan tantangan yang masih dihadapi.
- Kekerasan terhadap Perempuan dan Kelompok Rentan – Bentuk kekerasan yang masih sering terjadi serta pentingnya perlindungan hukum yang lebih kuat.
- Diskusi komunitas ini menjadi pengingat bahwa kesetaraan gender bukan hanya sekadar wacana, tetapi sebuah perjuangan yang membutuhkan aksi nyata.
Dengan adanya dialog yang terbuka dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan kesadaran akan pentingnya keadilan gender semakin meningkat dan mampu membawa perubahan positif di masyarakat.
Baca Juga
-
Buka Puasa Mewah All You Can Eat Rasa Dunia Cuma Rp425 Ribu di The Sultan Hotel!
-
Fawning: Jebakan Menyenangkan Orang Lain, Sampai Lupa Diri Sendiri
-
Overparenting, Jebakan Pola Asuh Orang Tua Zaman Now: Bisa Hambat Kemandirian Anak?
-
Sextortion dan Sexploitation: Ketika Privasi Jadi Senjata Pemerasan di Era Digital
-
Wifey Material: Ketika Perempuan Dituntut Jadi 'Istri Idaman'
-
Lebih dari Sekadar Musik, Ada Pesan Pemberdayaan Perempuan dari JENNIE Lewat Album Ruby
Acara ini menjadi bukti bahwa ketika komunitas berkumpul, berbagi gagasan dan bergerak bersama, percepatan menuju kesetaraan gender bukanlah hal yang mustahil.
Penulis: Imelda Rosalina
Terkini
- Saat AI Ikut Campur Urusan Cinta Gen Z: Banyak Match, Tapi Hati Kok Tetap Sepi?
- Effortless Look untuk Perempuan Aktif, Cantik Tanpa Ribet Seharian
- Palet Global, Jiwa Lokal: Tren Warna 2026 yang Dekat dengan Gen Z
- Liburan Akhir Tahun Anti Ribet: Rumah Bisa Jadi Destinasi Paling Cozy
- Intim dan Membumi, Gender Reveal Alyssa Daguise dan Al Ghazali Tampil Serasi dalam Earth Tone
- Zero Post: Saat Gen Z Memilih Feed Kosong Demi Hidup Lebih Santai
- Nussa Kembali dengan Cerita Hangat, Tontonan Keluarga yang Mengajarkan Arti Janji
- Rahasia di Balik Micellar Water: Solusi Praktis Membersihkan Makeup Sehari-Hari
- Hangatkan Musim Liburan dengan Festive Charity Trunk Show: Mode, Budaya, dan Semangat Berbagi
- Niat Hidup Hemat, Tapi Tiap Minggu Tetap Checkout: Kenapa Perempuan Susah Lepas dari Jajan Kecil?