Kamis, 13 Februari 2025
Rima Sekarani Imamun Nissa : Kamis, 19 Oktober 2023 | 20:11 WIB

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.

Dewiku.com - Pasangan yang pengertian menjadi harapan banyak orang. Namun, tak jarang orang yang justru mendapatkan pasangan posesif hingga terjebak hubungan asmara beracun.

Posesif merupakan tanda bahwa pasangan merasa tidak aman, tidak percaya, dan sangat ingin mengendalikan segalanya. Seiring waktu, pendekatan yang tidak sehat ini dapat berkembang menjadi pelecehan emosional.

Jika pasangan bersikap posesif, Hal terbaik yang harus kamu lakukan adalah menyampaikan ketidaknyamanmu dan memperjelas batasan. Utamakan komunikasi dua arah. Jika tidak bisa melakukannya secara mandiri, cari bantuan profesional.

Lalu, apa saja tanda pasangan posesif? Melansir Bustle, inilah beberapa cirinya.

Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Felix jr Serrano)

Mengirim pesan chat tanpa henti

Jika kamu menerima ratusan chat dan panggilan tak terjawab dari pasangan, ini bisa termasuk tanda bahaya. Artinya, dia tak bisa mempercayaimu saat tidak bersamanya.

Dia ingin selalu menjadi pusat perhatian dalam hidupmu, bahkan saat kamu dan dia terpisah secara fisik. Dia tak menghormati batasan pribadimu dan suka membuatmu terganggu.

Marah saat kamu bertemu temanmu

Pasangan yang posesif selalu merasa takut setiap kali kamu bersenang-senang tanpa dirinya. Dia bisa saja marah-marah hanya karena kamu memilih menghabiskan lebih banyak waktu bersama teman-temanmu.

Sangat mudah cemburu

Dia bisa cemburu karena begitu banyak hal, bahkan sesuatu yang sangat sepele. Dia mungkin juga cemburu dengan masa lalu percintaanmu. Jenis cemburu ini sangat toksik dan layak dijadikan alasan terkuat untuk mengakhiri hubungan asama.

Punya harapan yang tak realistis

Saat kamu melihatnya ingin selalu bisa terhubung denganmu setiap waktu, awalnya mungkin terasa romantis dan menyenangkan. Kamu senang karena pasangan tampak sangat peduli denganmu.

Namun, kebiasaan itu justru bisa berkembang menjadi bagian dari hubungan yang tidak sehat. Bagaimanapun, kamu tetap memerlukan jarak waktu dan ruang untuk diri sendiri meski telah menjalin hubungan.

Menghalangimu mencapai tujuan hidup

Pasangan yang baik ingin melihatmu menjadi versi terbaik, bukannya malah terlalu membatasi gerakmu untuk berkembang. Jika dia posesif, apa yang dilakukan adalah sebaliknya. Dia malah akan menghalangi langkahmu. Itu karena dia takut jika kamu tumbuh atau berubah, kamu mungkin bakal meninggalkannya.

BACA SELANJUTNYA

Apa Arti Green Flag? Ini Bedanya dengan Red Flag dalam Hubungan Asmara